Minggu, 16 Oktober 2011

TEORI TINGKAH LAKU KONSUMEN DAN ANALISIS KURVA KEPUASAN SAMA


Secara historis, teori nilai guna (utility) merupakan teori yang lebih dahulu dikembangkan untuk menerangkan kelakuan individu dalam memilih barang-barang yang  akan dibeli dan dikonsumsinya. Kelemahan penting dari teori nilai guna, yaitu menyatakan kepuasan dalam angka-angka adalah kurang tepat, karena kepuasan adalah sesuatu yang tidak mudah untuk diukur. Sir John R. Hicks telah mengembangkan suatu pendekatan untuk mewujudkan prinsip pemaksimuman kepuasan oleh seorang konsumen yang mempunyai pendapatan terbatas. Analisis yang dikembangkan adalah analisis kurva kepuasan sama, yang menggambarkan dua macam kurva, kurva kepuasan sama dan garis anggaran pengeluaran.
Dalam mecontohkan adalah kombinasi barang yang mewujudkan kepuasan sama. Lihat tabel 6.1 yang menunjukkan gabungan dua barang dalam berbagai kombinasi yang memberikan kepuasan sama.

Tabel 6.1. Gabungan Makanan dan Pakaian yang Memberi Kepuasan Sama
Gabungan Barang
Makanan
Pakaian
Tingkat Penggantian Marginal antara akanan dan pakaian
A
10
2




3/1=3,0
B
7
3




2/1=2,0
C
5
4




1/1=1,0
D
4
5




1/2=0,5
E
3
7




1/3=0,3
F
2
10


Berdasarkan kepada gabungan-gabungan A, B, C, D, E dan F, bila digambarkan pada titik-titik yang menunjukkan gabungan tersebut akan dperoleh kurva kepuasan sama. Jadi kurva kepuasan sama adalah suatu kurva yang menggambarkan gabungan barang-barang yang akan memberikan kepuasan yang sama besarnya.
Kurva kepuasan sama menggambarkan keinginan konsumen untuk memperoleh barang-barang dan kepuasan yang akan dinikmatinya dari mengkonsumsi barang-barang tersebut. Dalam kenyataannya, konsumen tidak dapat memperoleh semua barang yang diinginkannya, sebab dibatasi oleh pendapatan yang dapat dibelanjakannya.
Bagaimana konsumen harus membelanjakan pendapatannya sehingga pengeluaran tersebut menciptakan kepuasan yang paling maksimum? Analisis yang digunakan dengan menggambarkan garis anggaran pengeluaran (budget line) yang menunjukkan berbagai gabungan barang-barang yang dapat dibeli oleh sejumlah pendapatan tertentu.
Tabel 6.2. Gabungan Makanan dan Pakaian yang dapat Dibeli Konsumen
Gabungan Barang
Makanan
Pakaian
A
15
0
B
12
2
C
9
4
D
6
6
E
3
8
F
0
10


Contoh Soal :
a.       Apabila seseorang konsumen tertentu membeli durian dan mangga, nilai guna total dari memakan masing-masing buah tersebut adalah seperti yang ditunjukkan dalam tabel di bawah ini :


Durian
Mangga
Jumlah
UT
Jumlah
UT
1
30
1
25
2
46
2
38
3
58
3
51
4
68
4
60
5
76
5
67
6
83
6
72

Pertanyaan :
a.       Tentukan nilai guna marginal dari memakan durian dan memakan mangga
b.      Misalkan harga mangga dan durian masing-masing adalah Rp 500,00. berapakah durian dan mangga yang akan dibeli apabila ia mempunyai uang Rp 2.500,00? Bagaimana pula kalau uang yang tersedia Rp 4.000,00
c.       Apabila harga durian Rp 1.000,00 dan harga mangga Rp 500,00. berapakah durian dan berapa mangga yang akan dibeli sekiranya konsumen tersebut mempunyai uang Rp 5.000,00

Jawaban :
a.       Nilai guna marginal dari memakan durian dan mangga adalah :

Mangga
Durian
Jumlah
UT
UM
Jumlah
UT
UM
1
30
-
1
25
-
2
46
16
2
38
13
3
58
12
3
51
12
4
68
10
4
60
9
5
76
8
5
67
7
6
83
7
6
72
5

b.      Bila uang yang tersedia Rp 2.500,00 dengan harga mangga dan harga durian  sama yaitu Rp 500,00/butir, jumlah durian dan mangga yang dibeli :

XHx   + YHy    = P
500X  + 500Y   = 2.500
                                       Y   = 2.500 – 500X
                                                   500
                                       Y   = 5 – X
Jumlah
Durian
Jumlah
Mangga
Guna Total
0
5
67
1
4
90
2
3
97
3
2
96
4
1
93
5
0
76
Dengan demikian konsumen akan memilih membeli durian 2 butir dan mangga 3 butir.
(2 durian x Rp 500,00) + (3 mangga x Rp 500,00) = Rp 2.500,00

Apabila uang yang tersedia Rp 4.000,00 komposisi yang dibeli konsumen adalah :
XHx   + YHy    = P
500X  + 500Y   = 4.000
                                       Y   = 4.000 – 500X
                                                   500
                                       Y   = 8 – X
Jumlah
Durian
Jumlah
Mangga
Guna Total
2
6
118
3
5
125
4
4
128
5
3
127
6
2
152

(6 durian x Rp 500,00) + (2 mangga x Rp 500,00) = Rp 4.000,00

c.       Bila uang yang tersedia sebesar Rp 5.000,00 tetapi harga durian menjadi Rp 1.000,00/butir dan harga mangga tetap, jumlah durian dan mangga yang dibeli :

XHx   + YHy    = P
1.000 X  + 500Y   = 5.000
                                       Y   = 5.000 – 1.000X
                                                   500
                                       Y   = 10 – 2X
Jumlah
Durian
Jumlah
Mangga
Guna Total
2
6
118
3
4
118
4
2
106
5
0
76


Ada dua kemungkinan :
(2 durian x Rp 1.000,00) + (6 mangga x Rp 500,00) = Rp 5.000,00
(3 durian x Rp 1.000,00) + (4 mangga x Rp 500,00) = Rp 5.000,00




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar